Berita Desa

Potensi Industri Tenun Desa Musuk: Industri Ekonomi Kreatif Lokal Tembus Pasar Ekspor Timur Tengah

Pemerintah Desa Musuk 26 Aug 2025

Desa Musuk – Muhammad Nasir, pria asal Majalengka yang berusia 39 tahun ini menjadi salah satu kontributor pada potensi industri kreatif di Desa Musuk. Ia berhasil menggerakkan ekonomi kreatif dan memberdayakan masyarakat sekitar melalui usaha kerajinan tenun yang ia jalankan di teras rumahnya, Tak hanya dipasarkan di pasar domestik, kini usaha yang dijalankannya telah berhasil menembus pasar internasional dengan mengirim produk produknya ke berbagai negara Timur Tengah.

Perjalanan menenun Nasir dimulai pada tahun 2008. Saat itu ia belajar menenun di tempatnya bekerja, yakni di salah satu pabrik tenun yang telah berdiri sejak tahun 1950 di Kota Solo. Sepuluh tahun setelahnya, tepatnya pada 2018, ia memutuskan bekerja secara mandiri dari rumah.

Pabrik tempatnya bekerja memberikan alat tenun tradisional dan bahan baku untuk dibawa sebagai modal awal. Sistem kerja sama ini tetap terjalin hingga saat ini. Setelah proses produksi selesai, seluruh hasil karyanya akan dikirim kembali ke pabrik untuk dipasarkan ke berbagai pasar domestik dan juga berbagai negara di Timur Tengah.

Proses produksi dimulai dari tahap pemintalan benang dengan gedogan tradisional yang telah termakan usia. Gedogan tradisional ini terbuat dari bambu yang dibentuk menyerupai roda dan diputar menggunakan pelek sepeda bekas. Benang kemudian dipasang sebagai dasaran memanjang satu per satu ke alat tenun. Tahap akhir dilakukan dengan menginjak pedal yang menggerakkan alat gun berisi pintalan benang dari kiri ke kanan.

Nasir mengungkapkan bahwa di pasar domestik tiap lembar dari kain tenun ini dihargai sebesar Rp 250.000,- hingga Rp 600.000,-, sementara untuk pasar internasional biasanya menawarkan harga yang lebih tinggi. Upah yang ia peroleh dari sisi produksi cukup bervariasi, mulai dari Rp 75.000,- hingga Rp 80.000,- per helai tergantung pada tingkat kualitas kain itu sendiri.

Kapasitas produksi bervariasi mengikuti permintaan pasar. Saat permintaan pasar sepi, dalam waktu seminggu Nasir dan karyawannya bisa menyelesaikan minimal 5 potong kain per-orang. Dengan kurun waktu yang sama, saat permintaan pasar sedang ramai, mereka bisa menyelesaikan hingga 1 kodi kain per-orang.

Berkat pengalaman bertahun-tahun, Nasir dapat membuat motif dalam waktu singkat. Satu potong kain berukuran 4 meter x 60 cm dapat diselesaikan dengan cepat, bahkan ia mampu memproduksi lebih dari 1 potong kain tenun dalam satu hari fokus.

Usaha ini memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Musuk dengan menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan keterampilan masyarakat. Nasir mengajarkan teknik menenun kepada 4 orang di Desa Musuk dan 2 orang lainnhnya yang merupakan warga Kabupaten Karanganyar.

Menariknya, berbeda dengan usaha-usaha lainnya, pada tahun 2019 kerajinan tenun rumahan Nasir tidak termasuk dalam usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Permintaan pasar tetap stabil dan tidak terjadi perbedaan gap yang besar. Industri kreatif satu ini tetap bertahan solid ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang melanda.

Program pemberdayaan yang dilakukan Nasir menunjukkan potensi pengembangan industri tenun sebagai sektor unggulan ekonomi kreatif di Desa Musuk. Terlebih ketahanan usaha ini terhadap pandemi menunjukkan prospek pengembangan yang menjanjikan.

Bagi yang tetarik untuk mendukung keberlangsungan industri ekonomi kreatif lokal dan ingin melakukan pemesanan kain tenun dalam jumlah banyak dapat menghubungi kontak di bawah ini:

Muhammad Nasir : +62 859-5165-6446