Program Kelompok Ternak Desa Musuk: Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Bantuan Modal Kambing

Desa Musuk – Dalam rangka memberdayakan SDM karang taruna di Desa Musuk, Pemerintah Desa Musuk memberikan bantuan berupa kambing pada seluruh kelompok karang taruna di wilayahnya. Program ini telah berjalan selama satu tahun sejak 2024 dan telah memberikan dampak positif bagi keberjalanan organisasi karang taruna. Sistem pemberian bantuan ini bersifat komunal sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah desa. Pendekatan komunal ini bertujuan agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat dengan sistem pengelolaan yang terorganisir dan berkelanjutan.
Dalam implementasinya Desa Musuk telah membentuk empat kelompok ternak. Tiga kelompok dibentuk sesuai wilayah kebayanan yang masing-masing terdiri dari sembilan RT, sementara satu kelompok lainnya merupakan kelompok khusus untuk warga difabel.Kebayanan Jaten membentuk kelompok ternak bernama "Rogo Suwito" yang dikelola oleh Pak Slamet, Kebayanan Dukuh membentuk kelompok ternak bernama "Sentono Inggil" yang dikelola oleh Pak Kresna, dan Kebayanan Musuk membentuk kelompok ternak bernama "Tunas Jaya Farm" yang dikelola oleh Pak Andi. Sementara itu, untuk kelompok difabel, pengelolaannya dipercayakan kepada Mas Tri

Setiap kelompok ternak kebayanan beranggotakan sembilan orang yang merupakan perwakilan dari karang taruna masing-masing RT. Berbeda dengan kelompok ternak karang taruna, kelompok ternak difabel memiliki lebih banyak anggota yakni lima belas anggota karena kelompok ini mencakup warga difabel se-Desa Musuk. Mengenai bantuan yang diberikan, tiap kelompok kebayanan mendapat sembilan ekor kambing (delapan betina dan satu pejantan). Sementara saat ini, untuk kelompok ternak difabel baru menerima lima ekor kambing (empat betina dan satu pejantan).
Terkait tujuan program, Pak Sarjito selaku Bayan Kebayanan Jaten menjelaskan bantuan kambing merupakan modal jangka panjang. "Kambing dapat berkembang biak dan anak kambingnya dapat dijual untuk menambah kas karang taruna guna membiayai kegiatan desa," ungkapnya. Program ini menyediakan dua jenis kambing sesuai kesepakatan kelompok. Kelompok kebayanan Jaten dan Dukuh memilih kambing jenis wedus gembel. Sementara kelompok Kebayanan Musuk dan kelompok difabel memilih kambing jenis etawa.

Meskipun terdiri dari banyak anggota, tidak semua anggota kelompok ikut merawat kambing ternak tersebut. Melalui musyawarah, tiap kelompok menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab perawatan kambing. Penunjukan ini didasarkan pada kemampuan dan kesediaan untuk merawat kambing secara rutin.Sebagai langkah pengembangan jangka panjang, pemerintah desa telah merencanakan pengadaan mesin chopper pada tahun 2026. Mesin ini nantinya akan membantu proses penyacahan pakan ternak sehingga perawatan kambing menjadi lebih efisien. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung keberlanjutan program.
Dengan demikian, program kelompok ternak ini mencerminkan upaya komprehensif Desa Musuk dalam memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda melalui organisasi karang taruna. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kemandirian ekonomi di tingkat desa.